Pemerintah Arab Saudi bakal membayar gaji anggota pasukan keamanan
Suriah jika mereka bersedia memberontak terhadap Presiden Basyar
al-Assad.
Mengutip surat kabar the Guardian, stasiun televisi Al Arabiya
melaporkan, Sabtu (23/6), gaji dari Negeri Petro Diolar itu akan
diterima dalam bentuk dolar atau rupiah. Berarti para pembangkang
Suriah itu bakal menerima gaji lebih besar karena nilai mata uang
SUriah, pound, jatuh sejak revolusi meletup tahun lalu.
Gagasan
menggaji para pemberontak Suriah itu disampaikan para pejabat Saudi
bulan lalu. Mereka juga membahas ide ini dengan Amerika Serikat.
Rencana ini untuk menarik loyalis Assad bergabung dengan kelompok
oposisi.
Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Saudi tidak
mau mengomentari hal itu. Dia memperkirakan isu itu bakal dibahas besok
dalam pertemuan negara-negara Teluk dengan Uni Eropa.
Hingga
saat ini, konflik bersenjata masih bergolak di Suriah. Utusan khusus
Liga Arab sekaligus Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan sudah pasrah
rancangan perdamaian buatannya tidak berjalan.
Pihak
pembangkang mengklaim hampir 11 ribu orang tewas dalam pertikaian
berdarah selama 16 bulan terakhir. Kebanyakan korban adalah warga
sipil. Basis utama dari pihak oposisi berada di provinsi Homs, Deraa,
Hama, dan Idlib.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar