Insiden penembakan jet tempur Turki oleh militer Suriah dua hari lalu
berbuntut panjang. Menteri Luar Negeri Turki Ahmed Davutoglu menyatakan
negaranya siap mengajukan Suriah ke sidang dewan keamanan Perserikatan
Bangsa-Bangsa.
Kantor berita Reuters melaporkan,
Minggu (24/6), langkah ini merupakan wujud kesungguhan Turki menghadapi
pihak yang mengancam keamanan mereka. "Seharusnya tidak ada yang berani
menguji kemampuan (militer) Turki," kata Davutoglu di Ibu Kota Ankara
tadi pagi waktu setempat.
Sejauh ini pemerintah Turki telah
mengirim nota diplomatik berisi protes atas penembakan itu. Atas
keputusan itu, Inggris menyatakan siap mendukung. "Inggris akan
mendukung langkah strategis menghentikan rezim yang keterlaluan itu di
dewan keamanan PBB," ujar Menteri Luar Negeri William Hague.
Juru
bicara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Oana Lungescu menyatakan
pertemuan bakal digelar dua hari lagi karena kejadian ini. "Turki
meminta rapat konsultasi berdasarkan pasal 4 Pakta Washington.
Berdasarkan pasal itu, anggota NATO bisa meminta rapat konsultasi
ketika pendapat, integritas wilayah, kemerdekaan politik atau
keamanannya terancam," kata Lungescu.
Ketegangan kedua negara
terjadi setelah Suriah mengaku menembak jatuh pesawat tempur F-4 milik
Turki pada Jumat (22/6) dengan alasan pesawat itu melangar wilayahnya.
Davutoglu
mengecam alasan Suriah karena bertentangan dengan fakta temuan mereka.
"Kesimpulan kami, pesawat kami ditembak di wilayah udara internasional,
13 mil laut dari Suriah," ujar dia.
Turki bertambah berang
karena tidak ada peringatan dari pihak Suriah sebelum menembak pesawat
yang tidak bersenjata itu. Davutoglu mengatakan, pesawat itu dalam misi
latihan dan menguji sistem radar.
Sekretaris Jenderal PBB Ban
Ki-moon meminta setiap pihak menahan diri dan menempuh jalur diplomatik
resmi untuk menyelesaikan insiden ini.
Hingga kini Turki masih
mencari bangkai pesawat tempur mereka. Kepada televisi lokal, salah
satu pejabat pemerintah berharap pilot jet itu masih selamat. Kabarnya
pesawat itu berada di perairan Suriah dan berada di kedalaman 1.300
meter.
Dulu Turki merupakan mitra Rezim Presiden Basyar
al-Assad. Namun sejak perang saudara di Suriah tahun lalu, hubungan
keduanya merenggang. Lebih dari 30 ribu pengungsi Suriah telah berada
di wilayah Turki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar