Tim Arkeolog menghentikan sementara proses eskavasi lereng timur
Situs Megalit Gunung Padang. Sulitnya medan serta konstruksi tanah yang
labil membuat penggalian dianggap terlalu berisiko.
“Eskavasi kami hentikan sore ini. Kami terkendala konstruksi tanah
yang labil dan lapukan batuan. Struktur yang tertimbun sudah cukup
rusak sehingga saat penggalian mencapai kedalaman satu meter tim
kesulitan karena banyaknya bongkahan,” tegas anggota Tim Arkeolog, Ali
Akbar, Minggu, 24 Juni 2012.
Pada proses eskavasi ini, tim arkeolog yang membuat lubang
berdiameter 2,5 x 2,5 meter ini hanya berhasil menggali sampai
kedalaman 3 meter. Banyaknya batuan dan kondisi tanah yang labil
membuat langkah tim berjalan lambat.
Sulitnya medan yang dilalui tim, membuat upaya pencarian rongga
masuk Gunung Padang, yang diperkirakan terpendam di kedalaman 4-5
meter, menjadi tertunda.
"Kami belum tahu kapan lagi kita akan
melakukan eskavasi. Bila dipaksakan penggalian ini terlalu riskan.
Banyak kendala dan risiko yang harus dihadapi tim bila memaksakan
eskavasi saat ini. Kami siapakan dulu berbagai langkah untuk melakukan
eskavasi kedepan,” ungkapnya.
Saat ditanya lamanya upaya
rekonstruksi situs megalit gunung padang ini, Ali memperkirakan bisa
mencapai sekitar 20 tahun. "Waktu yang kita butuhkan berdasarkan
standar waktu saat Borobudur direkonstruksi. Proses terlama adalah
membuat koding bantuan dan membuat catatan,” jelasnya.
Sementara
itu anggota Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang, Erick Rizky,
menambahkan, seluruh laporan hasil eskavasi dan temuannya yang
ditemukan hari ini, akan dikonfirmasi dengan data hasil pemindaian dari
tim geolog.
Selanjutnya, laporan tersebut ini akan disampaikan kepada Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan yang akan mempersentasikan hasil temuan dari
tim riset mandiri ini pada presiden dan masyarakat Jawa Barat.
"Rencananya hasil riset ini akan di pablis pada awal bulan depan,” kata Erick.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar